garis-garis, di tiapnya penuh sadis, seperti ruam yang menghiris,
putus-putus, rona yang berarus, seperti tali yang terputus,
kecantikan paras yang terukir menyemai keindahan yang terlahir pabila gelungsur di pipi menzahir hikayatlah ia dengan solekan terakhir
ibarat rencah dan masakan, juga pena dan kertas, menjelaskan yang hidup ini, kita sendiri yang harus corakkan, samada lukisan indah, mahupun contengan hitam,