Wednesday, January 20, 2010

Sehelai Daun

rasakah basahnya
air mata yang mengalir
di pipi yang tandus
apakah itu kebenaran
yang jauh tersirat

angin yang berhembus
menyejukkan dada
sambil langkah mendongak
hati berteriak kecil
apakah langit masih bersinar

terdiri membisu
sambil mendokong
lutut yang berharap
melolong halus
apakah aku sungguh berdosa
kau ampunilah aku

sesekali merintih
mengesotkan kaki ke bumi
hingga hilang arah
bunyi gempita
melingkupkan kata
yang tak terjemah

oh Tuhan
sesungguhnya aku hanyalah
sehelai daun
yang selama menunggangi angin
masih tak tahu darat yang dicita