Tuesday, July 14, 2009

Gempa di Seberang


Berita Kepada Kawan


Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan
Sayangnya kau tak duduk di sampingku kawan
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan
Di tanah kering berbatuan~

Tubuhku tergoncang dihempas batu jalanan
Hati terketar menatap kering rerumputan
Perjalanan ini seperti jadi saksi
Gembala kecil menangis sedih~

Kawan coba dengar apa jawabnya
Ketika dia kutanya mengapa
Bapak ibunya telah lama mati
Ditelan bencana tanah ini~

Sesampainya di laut
Kukabarkan semuanya
Kepada karang
Kepada ombak
Kepada matahari
Tetapi semua diam
Tetapi semua bisu
Tinggal aku sendiri
Terpaku menatap langit~

Barangkali di sana ada jawabnya
Mengapa di tanahku terjadi bencana

Mungkin Tuhan mulai bosan
Melihat tingkah kita
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

artis : Ebiet G. Ade

Ulasan
Mengulang renung bait-bait lirik lagu ini, benar-benar puitis, kemanisannya meresap jiwa dan turut membawakan kita menyelusuri hati mangsa bencana gempa di Indonesia. Pada kita umat Malaysia, janganlah sesekali merasa beruntung dan yakin bumi anda bebas dari alir gempa itu. Apa jua susur bencana yang melabuh, samalah kita menggengam iktibar dan sentiasa 'iktikad bahawa segala permusibahan dan malapetaka itu adalah teguran Allah untuk dosa ternoda yang dilanjuri kita di bumi, supaya dapat kita berpatah arang; yakni menongkah arus kembali kepada-Nya. Moga Allah akan terus merahmati hidup kita berbilang warna di Malaysia ini supaya terus makmur dengan limpahan kurnia-Nya, disamping terus mengukuhkan lagi bahtera iman kita untuk menghadapi layar dunia fana yang terumbang-ambing ini, dengan jaminan-Nya sebuah laman syurga nanti yang jelas dan abadi, Insya-Allah.


No comments: