
Petang yang berwarna-warni,
menatap wajah langit, tersentap mata hati,
saujana pantai memutih, air yang membiru,
dunia terasa bagai tiada berpenghujung,
seperti indah selamanya,
rimbunan pepohon kelapa dan rhu,
seakan memagari pantai dari amukan ombak,
malah liang liuknya,
terasa santun mata, terpukau jiwa,
gebu pasir yang menenggelamkan,
terasa hangat meski,
tubuhku tergigil oleh desir bayu laut,
kocak yang berlabuh, membawa pergi semua,
tinggal hanya pepasir di bawah kaki,
begitu seterusnya tanpa jemu,
unggas yang tertenggek di ceracak,
beting pasir dan pulau kecil,
melambai-lambai dan bersiul menyanyi,
melodi petang yang indah,
lirik yang menceritakan segalanya,
ritma yang sarat dengan warna-warna kehidupan.
No comments:
Post a Comment